#TM9.260617 (K9)
Pengertian Capex
Belanja
modal, atau CapEx, adalah “ Dana yang digunakan oleh perusahaan untuk
mengakuisisi atau meningkatkan aset fisik “ seperti
properti, bangunan industri atau peralatan. Hal ini sering digunakan untuk
melakukan proyek baru atau investasi oleh perusahaan. Jenis pengeluaran
ini juga dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan atau meningkatkan cakupan operasinya. Pengeluaran
ini bisa mencakup segala hal mulai dari memperbaiki atap hingga bangunan,
membeli peralatan, atau membangun pabrik baru.
BREAKING
DOWN 'Capital Expenditure (CAPEX)'
Dalam hal akuntansi, biaya dianggap sebagai pengeluaran modal ketika
aset tersebut merupakan aset modal yang baru dibeli atau investasi yang
meningkatkan masa manfaat dari aset modal yang ada. Jika biaya adalah
pengeluaran modal, maka perlu dikapitalisasi . Hal
ini mengharuskan perusahaan untuk menyebarkan biaya pengeluaran ( biaya tetap ) selama masa manfaat dari aset tersebut. Jika,
bagaimanapun, biaya adalah biaya yang mempertahankan aset pada kondisi saat ini, biaya
dikurangkan sepenuhnya pada tahun biaya.
Besarnya belanja modal yang mungkin dimiliki perusahaan tergantung
pada industri yang ditempatinya. Beberapa industri padat modal memiliki
tingkat pengeluaran barang modal tertinggi termasuk eksplorasi dan produksi minyak , telekomunikasi , manufaktur dan utilitas .
Belanja modal jangan sampai bingung dengan pengeluaran pendapatan
atau biaya operasional (OPEX). Biaya
pendapatan adalah biaya jangka pendek yang diperlukan untuk memenuhi biaya
operasional yang sedang berjalan dalam menjalankan bisnis, dan karena itu pada dasarnya sama
dengan biaya operasional. Tidak seperti pengeluaran barang modal, biaya
pendapatan dapat dikurangkan dari pajak pada tahun yang sama dimana biaya
terjadi. Semakin besar belanja modal untuk sebuah perusahaan,
semakin rendah arus kas bebas terhadap ekuitas.
Sumber Kutipan :http://www.investopedia.com/terms/c/capitalexpenditure.asp#ixzz4fKKzzYst
Sumber Kutipan :http://www.investopedia.com/terms/c/capitalexpenditure.asp#ixzz4fKKzzYst
Pemahaman : Capex adalah biaya-biaya yang digunakan oleh perusahaan untuk memperoleh
atau menambah aktiva tetap atau aset fisik seperti properti, bangunan industri
atau peralatan dan capek juga adalah
pengeluaran yang dapat menghasilkan keuntungan di masa depan dan akan
diperhitungkan sebagai pengeluaran modal dan bukan sebagai biaya. Pada
umumnya setiap perusahaan akan mengalokasikan capex dalam anggaran
belanjanya.
Dapat
disimpulakan bahwa capex adalah hal yang sangat penting untuk
pengembangan dan pertumbuhan perusahaan. Untuk perusahaan kemungkinan besar
selalu mengalokasikan capex dalam anggarannya.
Jika suatu
perusahaan tidak mengalokasikan capex, kemungkinan besar lama kelamaan
kinerjanya juga akan merosot.
Pengertian Opex
Pengeluaran
operasional (Opex) adalah “ uang yang dihabiskan perusahaan secara
terus-menerus, sehari-hari untuk menjalankan bisnis atau sistem.” Bergantung
pada industri, biaya ini bisa berkisar dari tinta yang digunakan untuk mencetak
dokumen ke gaji yang dibayarkan kepada karyawan. Rekannya, Capex, adalah
uang yang dibelanjakan untuk perbaikan atau pembelian aset tetap.
Ada
korelasi langsung antara Opex dan nilai perusahaan, pada saat Opex menurun,
sambil mempertahankan tingkat produksi dan kualitas yang sama, nilai
keseluruhan perusahaan meningkat.
Pemahaman
: Sebagai pengeluaran operasional dan biaya operasional, biaya berkelanjutan
yang harus dikeluarkan bisnis untuk menjalankan bisnis dan operasinya
sehari-hari. Manfaat yang diperoleh dari pengeluaran tersebut habis dalam
periode akuntansi yang sama dan tidak berlanjut. Ini adalah kebalikan dari
belanja modal.
Pengertian
Siklus Asset
1) Perencanaan Kebutuhan Aset
Perencanaan kebutuhan aset adalah kegiatan merumuskan
rincian biaya untuk menghubungkan pengadaan yang telah lalu dengan keadaan yang
sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan kegiatan di masa mendatang.
2) Pengadaan Aset
Menurut Gima Sugiama (Sugiama, 2013: 161)
Pengadaan aset adalah serangkaian kegiatan untuk memperoleh
atau mendapatkan aset/barang maupun jasa baik yang dilaksanakan sendiri secara
langsung oleh pihak internal, maupun oleh pihak luar sebagai mitra atau
penyedia/pemasok aset bersangkutan.
3) Inventarisasi Aset
Menurut Gima Sugiama (Sugiama, 2013: 173)
Inventarisasi aset dalah serangkaian kegiatan untuk
melakukan pendataan, pencatatan, pelaporan hasil pendataan aset, dan
mendokumentasikannya baik aset berwujud maupun aset tidak berwujud pada suatu
waktu tertentu.
4) Legal Audit Aset
Menurut Gima Sugiama (Sugiama, 2013: 187)
Legal audit adalah serangkaian pemeriksaan (audit) untuk
mendapatkan gambaran jelas dan menyeluruh terutama mengenai status kepemilikan,
sistem dan prosedur penguasaan (penggunaan dan pemanfaatan), pengalihan aset,
mengidentifikasi kemunginan terjadinya berbagai permasalahan hokum, serta mencari
solusi dari masalah hukum tersebut.
5) Penilaian Aset
Menurut Gima Sugiama (Sugiama, 2013: 200)
Penilaian aset adalah proses kegiatan penilai dalam
memberikan suatu estimasi dan pendapat atas nilai ekonomis suatu property, baik
harta berwujud (tangible asset) maupun harta tidak berwujud (intangible asset),
berdasarkan hasil analisis terhadap fakta-fakta yang objektif dan relevan
dengan menggunakan metode dan prinsip-prisip penilaian yang berlaku.
6) Pengoperasian dan Pemeliharaan Aset
Menurut Gima Sugiama (Sugiama, 2013: 224)
Operasi dapat didefinisikan dari beragam sudut pandang.
Berdasarkan perspektif operasi sebuah aset, operasi dapat didefinisikan sebagai
sebuah proses atau serangkaian kegiatan yang secara khusus terdiri dari
langkah-langkah mendasar dalam sebuah pekerjaan atau kumpulan pekerjaan untuk
memfungsikan / memakai asset bersangkutan.
Menurut Gima Sugiama (Sugiama, 2013: 240)
Pemeliharaan aset adalah sebuah sistem yang mencakup
kombinasi dari sekumpulan aktivitas yang dilengkapi oleh beragam sumberdaya
untuk menjamin agar aset bersangkutan dapat berfungsi sebagaimana diharapkan.
Atau pemeliharaan aset adalah sekumpulan aktvitas yag diorganisaskan untuk
menjamin agar asset dapat dioperasikan dalam kondisi terbaik dengan biaya
terendah.
7) Pembaharuan/Rejuvenasi Aset
Menurut Gima Sugiama (Sugiama, 2013: 264)
Rejuvenasi aset adalah membangun kembali aset agar memiliki
fungsi kembali sebagaimana semula, bahkan mempertinggi fungsi dari aset
tersebut.
8) Penghapusan Aset
Menurut Gima Sugiama (Sugiama, 2013: 264)
Aset yang telah tidak memungkinkan lagi direjuvenasi karena
pertimbangan ekonomi atau fungsinya, maka aset dapat dihapuskan
atau disposal.
9) Pengalihan Aset (Pemindahtanganan Aset)
Menurut Gima Sugiama (Sugiama, 2013: 265)
Pemindahtanganan aset adalah pengalihan kepemilikan aset
dari satu pihak kepada pihak lain sebagai tindak lanjut dari penghapusan dengan
cara menjual aset, mempertukarkan asset, menghibahkannya atau disertakan
sebagai modal pada pihak lain.
Pemahaman
: Siklus asset dimulai dari adanya kebutuhan asset, kemudian adanya suatu
pilihan asset, kemudian tahap memilih dimana asset yang mana yang paling
dibutuhkan sesuai kebutuhan, asset di
pindahtangankan ke pihak tertentu, adanya dilakukan uji coba terhadap asset
yang sudah dipilih, lalu danya logistic support seperti adanya surat izin dan
adanya kerja, kemudian dilakukannya pengoperasian yang bertujuan untuk
mendapatkan keuntungan. Dari tahap pengoperasian, dilakukannya pemeliharaan
terhadap asset tersebut, dilakukan pengawasan apakah pengoperasian assetnya
sudah benar atau sudah sesuai yang ditentukan atau belum,. Setelah itu adanya
bisnis terhadap suatu asset tertentu dilihan bagaiman kondisi assetnya, jika
asset masih bisa digunakan dilakukannya perbaikan, dan jika asset tersebut
sudah tidak dapat digunakan dilakukannya disposal asset atau pembuangan.
Pembuangan
Aset Definisi ( Penghapusan Asset )
Pembuangan aset adalah “ tindakan
menjual aset yang biasanya merupakan aset jangka panjang yang telah disusutkan
selama masa manfaatnya seperti peralatan produksi.”
Pembuangan Aset Penjelasan
Banyak perusahaan mengandung
kebijakan pembuangan aset untuk mengganti peralatan sesuai dengan
penyusutannya. Ketika perusahaan menjual peralatan ini, ia memperoleh
nilai sisa atau nilai sisa yang bisa menjadi keuntungan atau kerugian per
buku. Keuntungan atau kerugian untuk perhitungan aset pelepasan ini harus
diajukan pada laporan laba rugi sebagai bagian dari laba bersih. Perlu
juga dicatat bahwa perusahaan perlu mengurangi jumlah nilai yang tersisa dengan
aset jika tidak dikurangi menjadi nol per penyusutan.
Pemahaman
: Adanya penghapusan asset dimulai dari ketika asset yang dibutukan masih
dengan kondisi bagus bisa dioperasikan dan melakukan pemeliharaan, dan ketika
asset yang dibutuhkan tidak berfungsi dan berkondisi buruk, makan asset
tersebut harus dihapuskan atau di disposal.
Pengertian Persediaan (Inventory)
Persediaan didefinisikan sebagai “ barang
jadi yang disimpan atau digunakan untuk dijual pada periode mendatang, yang
dapat berbentuk bahan baku yang disimpan untuk diproses, barang dalam proses
manufaktur dan barang jadi yang disimpan untuk dijual maupun diproses.”
Persediaan diterjemahkan dari kata
“inventory” yang merupakan timbunan barang (bahan baku, komponen, produk
setengah jadi, atau produk akhir, dll) yang secara sengaja disimpan sebagai
cadangan (safety atau buffer-stock) untuk manghadapi kelangkaan pada saat
proses produksi sedang berlangsung.
Untuk lebih jelasnya mengenai persediaan,
maka akan dipaparkan pengertian persediaan. Pengertian persediaan akan
dijelaskan dari beberapa defenisi berikut.
1. Starr dan Miller (1997:3) menjelaskan
bahwa inventory is theory hardly enquires education and inventory immediately
brings to minds a stock of some kind of physical commodity.
2. Rangkuti (2007:2) menyatakan bahwa
persediaan adalah bahan-bahan, bagian yang disediakan, dan bahan-bahan dalam
proses yang terdapat dalam perusahaan untuk proses produksi, serta
barang-barang jadi atau produk yang disediakan untuk memenuhi permintaan dari
konsumen atau pelanggan setiap waktu.
3. Baroto (dalam Riggs, 1976) menyatakan
bahwa persediaan adalah bahan mentah, barang dalam proses (work in process),
barang jadi, bahan pembantu, bahan pelengkap, komponen yang disimpan dalam
antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan.
Dari definisi di atas, dapat disimpulkan
bahwa persediaan adalah material yang berupa bahan baku, barang setengah jadi,
atau barang jadi yang disimpan dalam suatu tempat atau gudang dimana barang
tersebut menunggu untuk diproses atau diproduksi lebih lanjut.
Pemahaman : Inventory adalah barang-barang yang disimpan
untuk digunakan atau dijual pada masa atau periode yang akan datang. Persediaan
terdiri dari persediaan barang baku, persediaan barang setengah jadi dan
persediaan barang jadi. Persediaan barang jadi dan barang setengah jadi
disimpan sebelum digunakan atau dimasikkan kedalam proses produksi, sedangkan
persediaan jadi atau barang dagangan disimpan sebelum dijual atau dipasarkan.
Dengan demikian perusahaan yang melakukan kegiatan usaha pada umumnya memiliki
persediaan.
Komentar
Posting Komentar